12 Agustus 2013 – Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail


Dalam pembahasan kitab Yudas sebelumnya telah kita pelajari bagaimana kehidupan Kain, Bileam dan Korah bukannya menjadi berkat tapi justru menjadi batu sandungan, yang digambarkan bagaikan ombak laut yang ganas dan yang menggerakkan ombak ini adalah angin taufan. Dan ayat menuliskan bahwa :

 

Efesus 6 : 12

karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

 

Kuasa-kuasa kegelapan atau roh-roh jahat di udara ini bisa menggelorakan laut, dan laut, dalam ayat Firman dituliskan sebagai :

 

Wahyu 17 : 15

Lalu ia berkata kepadaku: "Semua air yang telah kaulihat, di mana wanita pelacur itu duduk, adalah bangsa-bangsa dan rakyat banyak dan kaum dan bahasa.


Lautan orang fasik inilah yang akan mengacaukan gereja TUHAN agar tidak bisa mencapai kota Yerusalem Baru. Tapi gereja TUHAN harus maju dan tidak boleh tawar hati atau patah semangat apabila menghadapi gangguan, ancaman, ejekan dan halangan lainnya. Kita bagai perahu yang menuju ke tempat yang dalam supaya di tempat yang dalam kita bisa merasakan mujzat TUHAN ( Mazmur 68-23 Tuhan telah berfirman: "Dari Basan akan Kubawa kembali, akan Kubawa kembali dari tempat yang dalam,). TUHAN tidak akan mengijinkan kita diporak porandakan jika hati kita rindu untuk pekerjaan TUHAN semakin maju.


TUHAN tidur sehingga perahu menjadi goncang. Namun saat TUHAN terbangun, dalam sekejap ombak tersebut bisa IA redakan. Kita harus ijinkan TUHAN menjadi kapten atau kepala atas hidup kita.


Kalau mau tahu perahu kehidupan kita maju atau tidak, bandingkan saja kehidupan kita sebelum di dalam TUHAN dengan kehidupan kita sekarang setelah di dalam TUHAN. Ada banyak tantangan tapi ingat : tujuan kita, Yerusalem Baru, sudah semakin dekat. Jangan taku, TUHAN tetap menyertai kita.


Ibrani 13 : 5b

"Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."


Bersama TUHAN kita pasti sampai di tujuan.


Yudas 13

Mereka bagaikan ombak laut yang ganas, yang membuihkan keaiban mereka sendiri; mereka bagaikan bintang-bintang yang baginya telah tersedia tempat di dunia kekelaman untuk selama-lamanya.


The book of Jude 13 (King James)

Raging waves of the sea, foaming out their own shame; wandering stars, to whom is reserved the blackness of darkness for ever.


Anak TUHAN harusnya bagaikan bintang harusnya mengeluarkan sinar namun karena mengikuti jalan dari ke tiga orang ini : Kain, Bileam dan Korah, maka bintang ini menjadi gelap, dan yang lebih mengerikan lagi adalah runtuh dan jatuh menimpa bumi sehingga bisa terjadi letupan yang dahysat.


Jangan kita terlalu membahas yang jahat, membahas tentang iblis atau neraka terlalu jauh, tapi hendaklah kita lebih mendalami yang baik dari Kerajaan Sorga sebab kitab Yudas adalah salah satu cara TUHAN untuk memisahkan gerejaNYA yang benar dan kudus dengan gerejaNYA yang tidak benar. Gereja TUHAN yang benar adalah yang dipisahkan dari kegelapan, bintang yang bersinar selama-lamanya.


Yang membuat bintang itu bisa runtuh adalah karena bintang tersebut tidak bergerak pada orbitnya.TUHAN yang meletakkan matahari, bintang dan bulan serta benda langit lainnya dengan hikmatNYA sehingga milyaran benda angkasa ini tidak ada yang bertabrakan karena tetap pada porosnya.


Hamba TUHAN dan gereja TUHAN yang benar bagaikan bintang yang bersinar, bagaikan bintang TUHAN yang menuntun para majus para pesan Natal yang selalu kita dengar. Orang-orang majus berpatokan pada bintang dan bintang berhenti di atas Betlehem, tepat seperti yang dituliskan dalam kitab Mikha, sehingga jiwa para orang majus ini tidak binasa, namun bertemu dengan Firman yang menjadi daging, Yesus yang lahir di kandang domba.


Gembala sidang adalah hamba TUHAN yang adalah bintangNYA TUHAN, ujung tombak. Karena itu jangan sampai salah dalam mengambil keputusan karena nanti domba-domba TUHAN bisa binasa. Orbit kita adalah Firman TUHAN. Segala yang kita kerjakan dan berapa lamapun kita melayani TUHAN, jangan sampai kita melenceng dari Firman TUHAN.


Kejatuhan hanya tinggal menunggu waktu saja. Kalau bintang tidak lagi bersinar berarti bintang itu sudah tidak lagi dalam genggaman tangan TUHAN, tidak lagi membuat Firman mencengkeram hati dan kehidupannya, sebab kitab Yudas, dalam pengajaran Firman dalam susunan Tabernakel berada pada posisi Tudang Mina Gaja, tudung keempat yang menaungi Tabernakel, yang dalam pengertian rohaninya adalah perlindungan dari ALLAH BAPA yang tak terbatas atas gerejaNYA. Kitab Yudas memisahkan gereja TUHAN yang benar dari yang tidak benar sebab antikristus asalnya bukan dari luar tapi dari dalam gereja.


Filipi 2 : 15 - 16

15) supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,

16) sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.


Dalam pengajaran Firman TUHAN dalam susunan Tabernakel, kitab Filipi berkedudukan pada alat yang bernama Pelita Emas atau Kaki Dian Emas, satu-satunya alat dalam Tabernakel yang memancarkan sinar sebagai penerang yang menerangi Pelita Emas itu sendiri dan alat-alat lainnya yang ada di Ruangan Kudus sampai Ruang Maha Kudus. Firman TUHAN harus bagaikan pelita yang menyinari hati kita di dalam kegelapan sehingga keadaan apapun yang kita alami, mata dan hati kita tidak menjadi gelap dan tidak membuat kita salah dalam melangkah.


Philipians 2 : 15 – 16 (King James)

15) That ye may be blameless and harmless, the sons of God, without rebuke, in the midst of a crooked and perverse nation, among whom ye shine as lights in the world;

16) Holding forth the word of life; that I may rejoice in the day of Christ, that I have not run in vain, neither laboured in vain.

Filipi 2 : 15 – 16 (Terjemahan Lama)

15) supaya kamu tiada bersalah, dan hatimu pun tulus, menjadi anak-anak Allah yang tiada bercela di tengah-tengah bangsa yang bengkok dan terbalik, di antaranya kamu bercahaya seperti penerang di dalam dunia ini,

16) sambil menjunjung firman yang memberi hidup itu, supaya aku megah pada Hari Kristus, sebab aku tiada melakukan yang sia-sia dan tiada berusaha dengan sia-sia.


Firman TUHAN harus kita pegang dengan menjunjungnya sebagai pedoman di hidup kita supaya semua jerih lelah kita tidak sia-sia. Salah satu tanda kita menjunjung Firman TUHAN dalam melayani TUHAN adalah :

 

1. Filipi 2 : 14 Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, (Philipians 2 : 14 (King James) Do all things without murmurings and disputings:).

 

Jangan bantah Firman TUHAN, jangan menggerutu akan Firman TUHAN tapi keluhkanlah diri kita sendiri mengapa tidak bisa tunduk pada Firman TUHAN, tidak bisa merendahkan hati pada apa kata Firman. Jika kita membeli sesuatu dan ternyata spesifikasi dari barang yang kita terima tidak sesuai perjanjian, silahkan kita keluhkan, karena itu buatan manusia, ditandai dengan kekurangan dan kelemahan. Tapi pada Firman, kita harus tunduk karena Firman adalah pribadi ALLAH sendiri, satu-satunya pribadi yang sempurna di dunia ini.


Kalau hamba TUHAN itu bersungut-sungut maka tidak akan ada nada Firman TUHAN yang ia keluarkan yang bisa menguatkan jemaat, hanya nada keluh kesah. Bersungut-sungut adalah pemberontakan di dalam hati, sedangkan berbantah-bantah adalah pemberontakan dalam bentuk perkataan yang bisa mengarah pada tindakan.

 

Kita harusnya berterima kasih dengan segenap hati dan pikiran dan tindakan kita karena TUHAN berkenan memakai kita karena tanpa kitapun pekerjaan TUHAN pasti berjalan dan berhasil. Bersyukurlah dan jangan ada secuilpun rasa berjasa mencuat di dalam hati kita.

 

2. Wahyu 1 : 20 Dan rahasia ketujuh bintang yang telah kaulihat pada tangan kanan-Ku dan ketujuh kaki dian emas itu: ketujuh bintang itu ialah malaikat ketujuh jemaat dan ketujuh kaki dian itu ialah ketujuh jemaat."


Bintang ini di tangan TUHAN, tangan yang berlubang paku yang mengeluarkan darah yang berkuasa mendamaikan kita dengan BAPA di Sorga dan dengan sesama manusia. Hatinya selalu penuh perdamaian dan tidak ada kepahitan.

 

Roma 12 : 9

Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.

 

Dalam susunan Tabernakel, inilah Shekinah Glory, sinar kemuliaan ALLAH yang bertakhta di antara dua kerubium pada Tutup Pendamaian yang ada di atas Peti Perjanjian yang diletakkan dalam Ruang Maha Kudus. Tabut Perjanjian ini terdiri dari Tutup Pendamaian dan Peti Perjanjian. Shekinah Glory atau sinar kemuliaan ALLAH inilah yang menyinari Tutup Pendamaian, gambaran Kristus sebagai mempelai pria Sorga, dan Peti Perjanjian, gambaran hati dari gereja TUHAN yang adalah mempelai wanita Kristus.

 

Yang memerintah hati kita adalah kasih ALLAH BAPA, hati kita harus diliputi oleh kasih ALLAH yang bagaikan sinar yang terang sekali. Dan buktinya adalah pada Roma 12 : 9 tadi, kasih itu jangan pura-pura, jangan munafik. Kata-katanya bisa saja penuh dengan perkataan mempelai Kristus tapi perbuatannya tidak merefleksikan dirinya sebagai mempelai Kristus yang menjunjung tinggi Firman TUHAN. Ini namanya pura-pura dan bukan TUHAN yang kuasai hatinya.


Roma 12 : 20 – 21

20) Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya.

21) Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!


Inilah bintang dalam genggaman TUHAN. Jika orang buang muka pada kita, kita tidak boleh membalasnya dengan melakukan hal yang sama. Tapi kita harus berdamai dengan semua orang. Jika kita membalas yang jahat dengan yang jahat maka kita bagai bintang yang berontak dari tangan ALLAH. Lakukan saja Firman TUHAN maka kita tetap dalam lindunganNYA, tetap dalam genggaman tangan ALLAH.


Dalam kitab Wahyu pasal 12 dituliskan bahwa ekor ular naga merah, iblis, menarik jatuh 1/3 dari bintang-bintang di langit.

 

Wahyu 12 : 4

Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.


Iblis bukanlah iblis jika dia tidak bisa menjatuhkan anak TUHAN. Tapi TUHAN bukanlah TUHAN jika IA tidak bila melindungi yang menjadi milikNYA. Kalau bintang tidak mau digenggam maka dia pasti akan jatuh.

 

Roma 12 : 21

Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!


Tetaplah berbuat baik, ini yang TUHAN mau agar kita tidak munafik lagi. Kalau terjadi perselisihan di jemaat, hamba TUHANlah yang harus ambil alih kesalahan itu sehingga jemaat menjadi berdamai, seperti TUHAN Yesus yang telah mengambil alih segala kutuk dosa kita dan IA pikul sampai di Golgota untuk dihancurkan bersama dengan tubuhNYA di kayu salib sehingga darahNYA yang suci dan kudus tertumpah sehingga kita bisa berdamai dengan BAPA di Sorga karena hanya pada AnakNYA dan oleh darah Anak-NYA ALLAH berkenan terima kita dan hati ALLAH adalah hati yang setia.

 

Tangan TUHAN adalah tangan yang kokoh dan teracung. Sekali TUHAN genggam kita tidak akan ada yang bisa rebut dan jatuhkan kita. Yang salah adalah jika kita mau dijatuhkan iblis. Untuk iblis bisa jatuhkan kita dia tidak perlu menunggu untuk kita melakukan dosa yang besar seperti berzinah, membunuh atau lainnya. Cukup dengan dosa yang sepertinya kecil karena tidak ada manusia yang tahu, itulah persungutan dan perbantahan pada Firman, iblis bisa jatuhkan kita dan merampas kita untuk dia perbudak dan hancurkan. Hilanglah segala damai sejahtera dan suka cita Sorgawi dari hati kita. Jangan bermain-main dan jangan anggap kecil kemurahan dari TUHAN. Manfaatkan semaksimalnya kemurahan TUHAN dan hargai Firman TUHAN lebih dari hidup ini, karena Firmanlah sumber kehidupan yang sejati.

 

Bintang TUHAN adalah kehidupan yang percaya bahwa apapun yang TUHAN perbuat adalah yang baik dan terbaik bagi kita. Jadilah bintang yang cemerlang dalam genggaman tangan TUHAN.


HALELUYAH!!!

TUHAN YESUS KRISTUS beserta kita.