5 Agustus 2013 – Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Suratan Yudas ditulis oleh Yudas yang adalah saudara daging dari TUHAN Yesus namun dia telah bertobat dan menerima Yesus sebagai TUHAN dan karenanya Yudas menulis dirinya sebagai hamba Yesus :

 

Yudas 1

Dari Yudas, hamba Yesus Kristus dan saudara Yakobus, kepada mereka, yang terpanggil, yang dikasihi dalam Allah Bapa, dan yang dipelihara untuk Yesus Kristus.


Pengajaran Firman dalam susunan Tabernakel, kitab Yudas berkedudukan pada tudung keempat dari Tabernakel, tudung yang terakhir yang terbuat dari kulit mina gajah yang dalam Firman TUHAN tidak dituliskan ukurannya. Ini berbicara perlindungan dari ALLAH Bapa yang tanpa batas. Untuk mendapatkan perlindungan ini Yudas harus melepaskan logikanya sehingga bisa menerima Yesus sebagai TUHAN, sebagai Mesias (Juruselamat).

 

Yudas bersedia menerima Yesus dengan melewati proses kelahiran baru, suatu proses kelahiran kembali, untuk bisa menjadi anggota tubuh supaya ia bisa mendapatkan perlindungan dari TUHAN karena perlindungan yang dari TUHAN bukan hanya sebatas saat kita masih hidup di dunia ini tapi bahkan sampai sesudah kita matipun jiwa kita berada dengan aman di bawah mezbah TUHAN (Wahyu 6 : 9). HaleluYAH! Tidak ada satu kekuatanpun di dunia ini yang melindungi kita sekuat TUHAN melindungi kita. TUHAN tidak akan mengijinkan orang kudusNYA melihat neraka. TUHAN hanya ijinkan orang kudusNYA melihat Sorga.

 

Mazmur 16 : 10

sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.

 

Yudas 12

Mereka inilah noda dalam perjamuan kasihmu, di mana mereka tidak malu-malu melahap dan hanya mementingkan dirinya sendiri; mereka bagaikan awan yang tak berair, yang berlalu ditiup angin; mereka bagaikan pohon-pohon yang dalam musim gugur tidak menghasilkan buah, pohon-pohon yang terbantun dengan akar-akarnya dan yang mati sama sekali.

 

Awan tak berair = tak berbobot. Kita sebagai anak-anak TUHAN, terlebih lagi para hamba TUHAN harus bagaikan awan yang berair, memiliki bobot rohani yang membawa berkat.


Yudas 13

Mereka bagaikan ombak laut yang ganas, yang membuihkan keaiban mereka sendiri; mereka bagaikan bintang-bintang yang baginya telah tersedia tempat di dunia kekelaman untuk selama-lamanya.

 

The book of Jude 1 (King James bible)

Raging waves of the sea, foaming out their own shame; wandering stars, to whom is reserved the blackness of darkness for ever.

 

Bintang-bintang yang tidak lagi memancarkan sinarnya, para hamba TUHAN, anak TUHAN, gereja TUHAN, yang tidak lagi terang, tidak lagi menjadi Kaki Dian Emas, yang memancarkan sinar kemuliaan TUHAN, tidak lagi menjadi berkat. Ini bisa terjadi karena mengikuti jalannya Kain (yang melayani TUHAN tapi menyimpan kepahitan, kebencian), atau jalannya Bileam (yang melayani TUHAN karena ada ingin akan mamon/uang di dalam hatinya) atau juga mengikuti jalannya Korah (yang ada roh ambisi, roh berontak terhadap yang benar, berontak terhadap orang yang TUHAN pilih yaitu Musa).

 

Yudas 12

Mereka inilah noda dalam perjamuan kasihmu, di mana mereka tidak malu-malu melahap dan hanya mementingkan dirinya s endiri; mereka bagaikan awan yang tak berair, yang berlalu ditiup angin; mereka bagaikan pohon-pohon yang dalam musim gugur tidak menghasilkan buah, pohon-pohon yang terbantun dengan akar-akarnya dan yang mati sama sekali.


Tak berbuah karena akarnya telah tercabut. Siapakah pohon-pohon itu?

 

Matius pasal 15 pada pengajaran Firman dalam susunan Tabernakel berkedudukan pada alat yang bernama Meja Roti Sajian dengan 12 roti tersaji di atasnya. Pengertian rohaninya adalah persekutuan dengan Kristus dalam Firman (itulah Pendalaman Alkitab) dan Perjamuan Suci yang menghasilkan kesucian dan kemuliaan yang bagaikan 2 mahkota pada Meja Roti Sajian. Kesucian dan kemuliaan merupakan 2 hal yang tidak dapat terpisahkan dan kedua hal ini dapat kita raih. 12 roti bicara Firman TUHAN dalam kelengkapannya. Mera Roti Sajian bicara hati. Yang bisa jangkau untuk menyucikan hati manusia hanyalah Firman TUHAN.

 

Matius 15 : 18

Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.

 

Matius 15 : 3, 9

3) Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Mengapa kamupun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu

9) Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia."


Adat istiadat itu adalah perintah manusia.

 

Matius 15 : 10 – 12

10) Lalu Yesus memanggil orang banyak dan berkata kepada mereka:

11) Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.

12) Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Engkau tahuibahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi?"

 

Adat istiadat membuat manusia munafik di hadapan TUHAN karena hati mereka cenderung kepada adat istiadat. Adat Yahudi yang dirembesi dengan taurat saja masih TUHAN kecam, lebih lagi adat bagsa kafir, misalnya adat suku Batak yang diilhami oleh roh-roh teritorial. Adat dikecam oleh ALLAH karena mereka mempercayai adat sanggup memberi kesempurnaan dan keselamatan dank arena itu mereka katakan untuk melakukan adat dengan sempurna. Budaya boleh dilestarikan tapi nilai religinya yang harus dihapuskan.

 

Matius 15 : 13 – 14

13) Jawab Yesus: "Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di sorga akan dicabut dengan akar-akarnya.

14) Biarkanlah mereka itu. Mereka orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lobang."


Adat istiadat bisa membuat orang masuk ke dalam lobang yang tidak beralas. Setiap pendeta yang mengajarkan adat istiadat dicampur dengan Firman maka haknya akan TUHAN cabut dari Sorga karena Firman TUHAN jelas menuliskan kalau TUHAN hanya menyuruh untuk memberitakan Injil, bukan adat istiadat. Untuk melakukan ini memang tidak mudah bagi hamba TUHAN dan hamba TUHAN yang juga adalah prajurit TUHAN harus siap mati untuk pekabaran Injil.

 

Hamba TUHAN harus murni tahbisannya sebab sekali TUHAN cabut tidak akan ada yang bisa menanamnya, tapi sekali TUHAN tanam tidak ada satu kekuatanpun yang bisa mencabutnya. Itu sebabnya : mulai dengan benar supaya seterusnya benar.

 

Sampaikan Firman TUHAN dengan benar supaya hak kita aman di tangan TUHAN tapi dengan hikmat tanpa mengorbankan kebenaran.

 

Adat suku Batak pada dasarnya adalah agama Parmalim yang merupakan agama suku.

 

Yudas 13 a

Mereka bagaikan ombak laut yang ganas, yang membuihkan keaiban mereka sendiri;


Ombak digerakkan oleh angin taufan. Yang diombang-ambingkan adalah kapal. Gereja TUHAN bagaikan perahu yang di dalamnya ada banyak jiwa yang sedang dalam perjalanan menyeberang ke kota Yerusalem Baru, melewati lautan manusia yang luas/banyak dan ganas.

 

Wahyu 17 : 15

Lalu ia berkata kepadaku: "Semua air yang telah kaulihat, di mana wanita pelacur itu duduk, adalah bangsa-bangsa dan rakyat banyak dan kaum dan bahasa.

 

Kita harus maju, rohani kita tidak boleh statis tapi harus melewati pola Tabernakel yang telah ALLAH tetapkan sebagai proses yang harus kita lewati yaitu :


1. Pintu Gerbang (pengertian rohaninya adalah menerima pribadi Yesus sebagai TUHAN dan Juruselamat dan satu-satunya jalan keselamatan) ;

 

2. Mezbah Korban Bakaran (pengertian rohaninya adalah bertobat karena telah mendengar Firman TUHAN, bukan karena ikut-ikutan) ;

 

3. Kolam Pembasuhan (pengertian rohaninya adalah mengalami lahir baru, yaitu mati dan bangkit bersama TUHAN Yesus Kristus lewat Baptisan Air, dan baptisan air yang benar adalah seperti teladan yang TUHAN Yesus telah tinggalkan yaitu dibaptis di air yang banyak seperti sungai atau kolam berenang, harus dibaptis bukan oleh wanita, tapi oleh pria hamba TUHAN yang pria, bukan wanita. Kita yang harus memberi diri untuk dibaptis dan saat dibaptis kita harus sambil mengakui dosa kita sejauh yang Roh Kudus ingatkan saat itu, boleh kita akui di dalam hati, dan kita dibaptis dalam nama TUHAN Yesus Kristus. (Untuk lebih jelasnya mengenai Baptisan Air, silahkan baca Buletin 2 mengenai LAUTAN KACA) ;

 

4. Pintu Kemah (pengertian rohaninya adalah Baptisan Roh Kudus. Agar rohani kita bertumbuh kita harus mengerjakan keselamatan kita sambil merindukan Baptisan Roh Kudus) ;


5. Ruang Kudus (pengertian rohaninya adalah penggembalaan, dimana saat kita lahir baru kita bagaikan bayi yang suci dan murni yang harus menerima air susu yang murni, itulah Firman TUHAN dalam kemurniannya, agar rohani kita bertumbuh dengan kuat dan sehat. Di dalam penggembalaan ini kita akan selalu menerima air susu yang murni lewat persekutuan kita dengan Kristus dalam 3 macam ibadah, dimana kita harus bisa merasakan TUHAN Yesus Kristus hadir sebagai Imam Besar Sorgawi yang mendamaikan kita dengan ALLAH BAPA, yaitu:

  • Pelita Emas atau Kaki Dian Emas (pengertian rohaninya adalah Ibadah Raya, Yesus sebagai Terang Dunia dan IA mau kita juga menjadi terangNYA dimanapun IA mengutus kita, menjadi saksiNYA dalam perbuatan dan perkataan kita) ;

 

  • Meja Roti Sajian dengan 12 roti yang tersaji di atasnya (pengertian rohaninya adalah Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci yang menghasilkan kesucian dan kemuliaan yang digambarkan bagai 2 mahkota yang ada di atas Meja Roti Sajian) ;

 

  • Mezbah Dupa Emas (pengertian rohaninya adalah Ibadah Penyembahan, dimana kita dituntun oleh Roh Kudus lewat pembukaan Firman TUHAN yang disampaikan oleh hamba TUHAN, gembala sidang, untuk menjadi penyembah TUHAN dalam roh dan kebenaran. Bukti kita dewasa secara rohani adalah kita bukan hanya tahu meminta kepada TUHAN, tapi kita harus memberi dan penyembahan bukan bicara meminta, walaupun tidak salah untuk kita meminta karena kepada siapa lagi kita meminta kalau bukan kepada TUHAN kita, namun saat penyembahan kita harus memberi. Kita memberi persembahan ucapan syukur, puji-pujian dan saat penyembahanlah kita merasakan hubungan yang lebih dalam lagi dengan TUHAN. Semakin kita kuat dan tekun menyembah maka semakin kuat pengurapan TUHAN atas kita. Tapi hati-hati. Jangan menyembah tanpa membaca Firman dan berdoa karena nanti terjadi penyesatan roh. Kita harus selalu setia dalam doa, baca Firman dan penyembahan, setiap hari. Inilah yang TUHAN Yesus maksudkan dengan : Berjaga-jagalah!

 

6. Tirai (pengertian rohaninya adalah daging dengan segala keinginannya. Dengan pertolongan Roh Kudus kita pasti bisa mematikan segala kedagingan kita dan keinginannya, agar kita bisa bersekutu dengan ALLAH sebab ALLAH adalah Roh dan Firman TUHAN tegas menuliskan : darah dan daging tidak mendapat tempat di Kerajaan Sorga (1 Korintus 15 : 50 Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.) ;

 

7. Ruang Maha Kudus dimana diletakkan Tabut Perjanjian (pengertian rohaninya adalah Wilayah Kerajaan Sorga, Yerusalem Baru, berbicara mengenai kesempurnaan, dimana kita akan dipersatukan dengan Mempelai Pria Sorga yaitu TUHAN Yesus Kristus setelah kita disempurnakan menjadi mempelai wanita Kristus lewat oleh Firman ALLAH dalam tuntunan Roh Kudus. Kita, gereja TUHAN yang IA tebus dengan darahNYA, digambarkan bagaikan Peti Perjanjian dan Kristus sebagai Tutup Pendamaian yang diatasnya ada 2 Kerub dan Shekinah Glory yang menggambarkan ALLAH BAPA dan ALLAH Roh Kudus. Inilah tujuan akhir dari perjalanan, dipersatukan dengan TUHAN Yesus Kristus dan masuk ke dalam kota Yerusalem Baru. HaleluYAH!!!

 

Benar bahwa untuk melewati semua ini tantangan yang harus kita lewati sangat besar, penuh pergumulan. Dalam setiap tingkatan, lawan yang kita hadapi juga akan berbeda-beda, bahkan bisa dikatakan semakin besar. Tapi jika ini TUHAN yang suruh, TUHAN yang perintahkan, maka DIA akan menyertai kita sampai kesudahannya. Jangan menjadi Kristen yang nyaman berada di halaman, hanya mau terima Yesus tapi tidak mau meningkat seperti proses di atas. Halaman adalah kehidupan Kristen yang tidak tergembala dengan baik, dengan kata lain adalah liar.

 

Walau banyak tantangan yang kita hadapi dalam mengikut TUHAN tapi banyak juga mujizat karena DIA menyertai kita, karena kita mau setia sebagaimana TUHAN setia pada BAPANYA dan ada Roh Kudus yang menyertai kita sebagai Penolong yang sejati, seperti Roh Kudus juga menyertai Yesus saat masih berada di bumi.

 

TUHAN mau kita mengalami keagungan dan keajaibanNYA supaya kita semakin diteguhkan bahwa keajaiban TUHAN terlebih besar dari segalanya yang ada di dunia ini. Jika kita tidak mau maju berarti rohani kita kerdil.

 

Dalam pembacaan Alkitab kita setiap hari, pada Kisah para rasul pasal 27, rasul Paulus katakan hanya yang tinggal dalam kapal yang akan selamat karena siapa yang tetap tinggal dalam kapal 1 helai rambut di kepala merekapun tidak akan hilang. Jangan coba-coba untuk keluar dari penggembalaan karena tak satu helaipun dari rambut kita akan masuk pada kebinasaan.

 

Dalam susunan Tabernakel, Markus pasal 4 berada pada posisi alat yang bernama Kaki Dian Emas.

 

Markus 4 : 35

Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang."

 

TUHAN mau kita bertolak. TUHAN mau kita berpindah dari halaman ke dalam Ruang Kudus karena TUHAN suka kepada Kristen yang hidup, dinamis, bukan statis. TUHAN menunggu kita di depan. Meningkat terus sampai kita berjumpa denganNYA. TUHAN telah meninggalkan jejakNYA, menggariskan jalur yang harus kita tempuh untuk kita bisa bertemu denganNYA, dan hanya DIA satu-satunya Pribadi yang tidak akan pernah menipu kita. Apa yang telah IA tetapkan dan ucapkan akan IA genapi. Tak pernah IA ingkar janji. Kita hanya perlu merendahkan hati kita, kita hanya perlu PERCAYA padaNYA, jangan berbantah-bantah pada FirmanNYA.

 

Markus 4 : 37

Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.


Saat bangsa Israel mau keluar dari tanah Mesir iblis, lewat orang- orang yang telah ia tawan, menghalangi bangsa Israel untuk keluar.

 

Yudas 13 a

Mereka bagaikan ombak laut yang ganas, yang membuihkan keaiban mereka sendiri;

 

Ombak digerakkan oleh angin taufan agar kapal terbalik sehingga orang-orang yang ada dalam kapal binasa ditelan laut.

 

Markus 4 : 38

Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"


Bagian-bagian dari kapal adalah haluan, lambung dan buritan dan buritan terletak di belakang. Kapal terombang-ambing saat Yesus ada di belakang, ada di buritan, sedang tidur. Betapa kuat iman TUHAN. Banyak orang semakin tidak bisa tidur saat ada masalah besar, bahkan saat diberkatipun ada yang jadi tidak bisa tidur karena ketakutan hartanya diambil orang.

 

Harusnya kita percaya pada TUHAN. Saat tidur ya kita tidur supaya di pagi hari kita bisa bangun untuk berdoa, baca Alkitab dan menyembah TUHAN sebelum kita memulai segala aktivitas kita.

 

Saat murid-murid sedang ketakutan mereka memanggil TUHAN dengan sebutan Guru, dan jika bicara guru maka bicara pengajaran. Saat masalah semakin menanjak gereja TUHAN harus semakin meningkat dan masuk lebih dalam kepada bobot pengajaran supaya dalam keadaan sesulit apapun gereja TUHAN sebagai Pelita Emas tetap berdiri tegak dan bersinar, bukannya goyah dan padam. Anak TUHAN harus teguh imannya. Pengajaran Firman TUHAN yang kita terima harus harus bisa membuat hati kita teduh dan membuat kita semakin percaya kepada TUHAN dan membuat rohani kita semakin maju.

 

Murid-murid TUHAN berteriak. Seruan dan doa kita harus bisa seperti seruan yang membangunkan TUHAN karena kita mencintai Firman TUHAN. Doa tanpa Firman adalah keji.

 

Amsal 28 : 9

Siapa memalingkan telinganya untuk tidak mendengarkan hukum, juga doanya adalah kekejian.

 

Firman TUHAN adalah hukum. Firman TUHAN menyucikan kita.

 

Kita harus mau disucikan supaya seruan dan tetes air mata kita menggetarkan hatiNYA TUHAN. Tujuan kita adalah : harus sampai ke kota Yerusalem Baru, bukan sekedar berkat.

 

Mazmur 107 : 23 – 24

23) Ada orang-orang yang mengarungi laut dengan kapal-kapal, yang melakukan perdagangan di lautan luas;

24) mereka melihat pekerjaan-pekerjaan TUHAN, dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib di tempat yang dalam.

 

Sandaran dan harap kita harus hanya pada TUHAN. Inilah orang yang maju rohaninya. Ketika para murid bertolak, hari telah petang atau menjelang malam dan tidak ada lagi orang yang bisa dimintai tolong, dan mereka kemungkinan sudah jauh dari pinggir pantai. Yang bisa menolong mereka hanyalah TUHAN Yesus. TUHAN Yesus maha hadir.

 

Bertolak ke tempat dalam adalah bicara Firman TUHAN yang dalam, yang bisa menjangkau relung hati kita supaya kita bisa melihat perbuatan TUHAN yang ajaib karena TUHAN Yesus Kristus kita adalah TUHAN yang heran dan ajaib.

 

HALELUYAH!!!

TUHAN YESUS KRISTUS memberkati kita.