Berbahagialah Orang yang Mati dalam Tuhan (Wahyu 14 : 13)

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Berbahagialah Orang yang Mati dalam Tuhan (Wahyu 14 : 13)

Alkitab mencatat Henokh adalah orang yang hidupnya bergaul dengan Tuhan selama ± 365 Tahun (Kejadian 5 : 23 -24). Henokh tidak melalui proses kematian saat dia ke Sorga, demikan juga nabi Elia (II Raja-raja 2 : 11). Tetapi Musa melalui proses kematian dan mayatnya Tuhan yang kuburkan.

Ulangan 34 : 6 Dan dikuburkan-Nyalah dia di suatu lembah di tanah Moab, di tentangan Bet-Peor, dan tidak ada orang yang tahu kuburnya sampai hari ini.

Mengenai mayat Musa ini iblis sempat berdebat dengan malaikat Tuhan yang bernama Mikhael (Yudas 1 : 9).

Hidup dalam Tuhan itu artinya hidup berbakti dalam Tuhan. Jika kita hidup dalam Tuhan maka kalau nanti kita mati , kita mati di dalam Tuhan. Selama kita hidup, kita sudah bergaul dengan Tuhan dalam ibadah, bersekutu dengan firman dengan membaca firman setiap hari, meneliti firman, merenungkan dan menyimpan firman dalam hati, melakukan dengan setia firman Tuhan, apakah itu firman yang menegor, menasehati ataupun firman yang berisi janji atau larangan, melayani Tuhan dengan kekuatan Roh Kudus, dan bersekutu dengan tubuh dan darah Yesus dalam perjamuan suci. Jadi hidup bergaul dengan Tuhan berarti melakukan firman dengan pertolongan Roh Kudus dan selalu bersekutu dengan tubuh dan darah Yesus dalam perjamuan suci, sebab ada kuasa kebangkitan di dalam Firman (Yohanes 11 : 25,43-44), dalam Roh Kudus (Roma 8 : 11) dan dalam perjamuan suci (Yohanes 6 : 54).

Orang-orang yang sudah mati di dalam Tuhan akan dikumpulkan Tuhan di suatu tempat sampai waktunya tiba atau genap.

Wahyu 6 : 9-116:9 Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kelima, aku melihat di bawah mezbah jiwa-jiwa mereka yang telah dibunuh oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki.

6:10Dan mereka berseru dengan suara nyaring, katanya: "Berapa lamakah lagi, ya Penguasa yang kudus dan benar, Engkau tidak menghakimi dan tidak membalaskan darah kami kepada mereka yang diam di bumi?"

6:11Dan kepada mereka masing-masing diberikan sehelai jubah putih, dan kepada mereka dikatakan, bahwa mereka harus beristirahat sedikit waktu lagi hingga genap jumlah kawan-kawan pelayan dan saudara-saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka.

Wahyu 7 : 15 Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka.

Berarti mereka yang mati didalam Tuhan kerja mereka hanya beribadah (melayani) terus siang dan malam (selamanya).

Kalau seseorang itu sudah mati tentu akan dikebumikan dan setelah pemakaman jenazah maka seluruh keluarga, kerabat akan meninggalkan tempat pemakaman dan tak satupun yang mau tinggal menemani di kuburan tersebut. Jadi siapa yang menemani (menyertai) setelah ia mati?

Wahyu 14 : 13Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: "Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini." "Sungguh," kata Roh, "supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka."

Jadi yang menyertai kita setelah kita mati adalah perbuatan kita saat kita masih hidup.

Alkitab mencatat tidak ada lagi hubungan kita yang masih hidup dengan orang yang sudah mati.

Pengkotbah 9 : 5-69:5 Karena orang-orang yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, tetapi orang yang mati tak tahu apa-apa, tak ada upah lagi bagi mereka, bahkan kenangan kepada mereka sudah lenyap.

9:6Baik kasih mereka, maupun kebencian dan kecemburuan mereka sudah lama hilang, dan untuk selama-lamanya tak ada lagi bahagian mereka dalam segala sesuatu yang terjadi di bawah matahari.

Berarti orang yang sudah mati itu putus hubungan dengan kita yang masih hidup. Tidak ada lagi kesempatan untuk berbuat kebajikan ataupun kejahatan bahkan kesempatan untuk beribadah pun sudah putus. Baik kasihnya maupun amarahnya sudah tidak kena mengena lagi dengan kita yang masih hidup, yang masih berada di bawah matahari yang masih bersinar untuk kita di bumi ini.

Wahyu 7 : 16 Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi.

 

Orang yang sudah mati tidak akan merasa lapar dan haus lagi. Jadi tidak perlu lagi kita mengantar makanan kesukaannya selama ia hidup ke kuburannya, seperti panggang, ikan bakar, tuak, saksang , bika ambon, bolu dan lain sebagainya sebab orang yang akan menikmati makanan itu nanti adalah penjaga kuburan tersebut.

Tidak perlu kita berdoa lagi kepada orang yang sudah mati karena sudah putus hubungan. Orang yang sudah mati urusannya hanya kepada Tuhan sang Penciptanya untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya selama dia hidup (2 Korintus 5 : 10).

Wahyu 20 : 11 – 13 20:11 Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya.

20:12Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu.

20:13Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya.

Jadi orang yang sudah mati itu yang menemaninya adalah perbuatannya selama dia hidup dan perbuatannya inilah nanti yang akan menentukan apakah kita terlempar ke lautan api atau kita berada bersama dengan BAPA di Sorga.

Yakobus 1 : 21 Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.

 

Buanglah segala sesuatu yang kotor artinya mau disucikan, kejahatan yang begitu banyak artinya mau dilepaskan dari cengkeraman dosa. Cepat datang kepada Tuhan, bertobat dan beri diri dibaptis dalam baptisan yang benar dan jangan terlepas lagi dari Kristus Yesus.

Roma 6 : 4Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

 

Roma 8 : 1Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.

Baptisan adalah tanda kalau kita telah manunggal, menyatu di dalam Kristus dan di dalam Kristus Yesus tidak ada lagi penghukuman yang berarti juga maut tidak berkuasa lagi atas hidup kita sepanjang kita tetap melekat pada pokok anggur, tidak terlepas atau tidak melepaskan diri dari Tuhan Yesus.

Jadi seorang hamba Tuhan itu harus menyelesaikan tuntas sampai kepada pemakaman dari seorang anak Tuhan yang selama hidupnya atau di akhir hidupnya telah menyerahkan hidupnya, telah berbakti kepada Tuhan sampai akhir hidupnya. Sampai kepada pemakamannya harus kudus dan benar, karena iblis pun mengincar sampai kepada mayat seperti mayat Musa. Dalam ibadah pemakaman anak Tuhan jangan pernah diberi waktu (kesempatan) untuk melaksanakan acara ritual leluhur (kebiasaan nenek moyang, adat-istiadat).

Yudas 1 : 9 Tetapi penghulu malaikat, Mikhael, ketika dalam suatu perselisihan bertengkar dengan Iblis mengenai mayat Musa, tidak berani menghakimi Iblis itu dengan kata-kata hujatan, tetapi berkata: “Kiranya Tuhan menghardik engkau!”

TUHAN YESUS memberkati.